Keliling Kota Jambi Sepuasnya Hanya 300 Ribuan, Lho Kok Bisa ?!!

19.54.00



Lokasi wisata
Kota Jambi
Total biaya yang dihabiskan
Rp. 303.000,-
Jenis Perjalanan
Solo Backpacker
Lama Perjalanan
1-3 Januari 2016
Kepuasan perjalanan
(8.8) dari (10)

Perjalanan wisata saya kali ini adalah eksplorasi provinsi Jambi. Petualangan di negeri sendiri ini ternyata memakan waktu lebih lama dibandingkan saat kunjungan ke provinsi lain, mengapa? Karena provinsi Jambi sangat luas, dengan jarak wisata yang sangat berjauhan dan kondisi geografis yang cukup sulit untuk di tempuh.



Bahkan dengan agenda perjalanan mencapai seminggu pun kawasan wisata provinsi Jambi yang bisa di eksplorasi hanya 40% nya saja, meski begitu saya sudah merasa bangga karena sudah dapat menikmati alam negeri ini sendiri dan bisa menceritakannya kembali disini meski belum keseluruhannya bisa saya kunjungi. Adapun pada postingan kali ini wisata yang akan saya bahas adalah wisat di Kota Jambi, maka wisata di kabupaten lainnya akan menyusul saya bahas di postingan selanjutnya. Adapun wisata yang ada di kota Jambi seperti yang pernah saya bahas pada postingan sebelumnya adalah sbb:

No
Wisata Kota Jambi
lokasi
Kunjungan ke lokasi
1
Jembatan pedestrian jambi
Seberang Kota
Pernah
2
Gentala Arrasy
Seberang Kota
Pernah
3
Wisata Ketek Batanghari
Seberang Kota
Pernah
4
Wisata Tanggo Rajo (Ancol)
Seberang kota
Pernah
5
Museum Negeri Jambi/ Museum Siginjai
Sipin
Belum pernah
6
Museum perjuangan rakyat Jambi
Broni
Pernah
7
Jembatan Aurduri II
Sijenjang
Pernah
8
Mesjid Agung Al-Falah
Pasar Jambi
Pernah
9
World Of Water jambi
Mendalo
Pernah
10
Kampoeng Radja
Simpang Rimbo
Pernah
11
Hutan Pinus
Kenali asam bawah
Pernah
12
Gubernuran Jambi
Telanai
Pernah
13
Taman Rimba
Pal Merah
Pernah
14
Taman Anggrek
Telanai
Pernah
15
Taman Jomblo Kotabaru
Kotabaru
Pernah
16
Danau Sipin
Buluran
Pernah
17
Rumah Akar
Thehok
Pernah
18
Taman Aci
Selincah
Belum pernah
19
Rumah kito resort
Mayang
Pernah
20
Tugu Kota Jambi
Broni
Pernah
21
Jambi Paradise
Simpang Acai
Pernah
22
Rumah Batu
Seberang Kota
Pernah
23
Festival Lampion Shuzou (Tahunan)
Talang Banjar
Pernah
24
Festival Pawai Obor 1 Muharram (Tahunan)
Telanai
Pernah
25
Festival Barongsai Imlek (Tahunan)
Talang Banjar
Pernah
26
De Mata Art 3D museum (musiman)
Sipin Ujung
Pernah

Dan wisata yang akan saya bahas pada ulasan kali ini adalah wisata yang pernah saya kunjungi saja. Adapun daftar wisata yang telah berlangsung selama 3 hari adalah sbb berikut:

Hari/tanggal
Itinerary
Waktu
Jumat, 01 Januari
-          Wisata Jembatan Pedestrian
-          Gentala arasy
-          Wisata ketek Batanghari
-          Ancol Jambi
-          Mesjid Agung Al-Falah
-          Gubernuran Jambi
-          Taman Anggrek
-          Museum Perjuangan Rakyat Jambi
-          Rumah Akar
-          08.00 – 09.00 wib
-          09.00 - 10.00 wib
-          10.00 – 11.00 wib
-          11.00 – 12.00 wib
-          12.00 – 13.00 wib
-          13.00 – 14.00 wib
-          14.00 – 15.00 wib
-          15.00 – 16.00 wib
-          16.00 – 17.00 wib
Sabtu, 02 Januari
-          Jambi Paradise
-          World Of Water
-          Kampoeng Radja
-          Rumah Kito Resort
-          09.00 – 10.00 wib
-          10.00 – 14.00 wib
-          14.00 – 16.00 wib
-          16.00 – 17.30 wib
Minggu, 03 Januari
-          Taman Rimba
-          Hutan Pinus
-          Jembatan Aur Duri II
-          Danau Sipin
-          Rumah Batu
-          Tugu kota Jambi
-          Museum De Mata 3D
-          Festival Lampion Shuzou
-          09.00 – 10.30 wib
-          11.00 – 12.00 wib
-          13.00 – 14.00 wib
-          14.30 – 15.30 wib
-          16.00 – 17.00 wib
-          19.00 – 19.30 wib
-          19.30 – 20.30 wib
-          20-30 – 22.00 wib

HARI KE 1: Jumat, 01 Januari 2016

Hari ini bertepatan dengan pergantian tahun 2015 ke tahun 2016. Yap, tepat sekali hari ini 1 januari 2016. Kebetulan hari ini long weekend saya tidak ingin jika menghabiskan diri saya hanya berdiam diri saja di rumah, dan akhirnya pun hari ini saya membuat planning untuk mengeksplorasi wisata yang ada di kota Jambi selama 3 hari kedepan. Selama 3 hari berwisata ini saya memutuskan untuk tidak menggunakan sepeda motor saya dan lebih memilih naik angkutan umum. Terkesan konyol sih, namun hal ini sengaja saya lakukan untuk melihat seberapa banyak budget ala backpacker yang akan digunakan pelancong yang akan datang ke Jambi ini nantinya jika memang tidak memiliki kendaraan untuk bepergian ke lokasi antar tempat wisata di kota Jambi, sehingga perlu diperhitungkan estimasi dana yang harus dikeluarkan.

Agenda
-          Wisata Jembatan Pedestrian
-          Menara Gentala arasy
-          Wisata ketek Batanghari
-          Wisata Tanggo Rajo (Ancol Jambi)
-          Mesjid Agung Al-Falah
-          Gubernuran Jambi
-          Taman Anggrek
-          Museum Perjuangan Rakyat Jambi
-          Rumah Akar
-          08.00 – 09.00 wib
-          09.00 - 10.00 wib
-          10.00 – 11.00 wib
-          11.00 – 12.00 wib
-          12.00 – 13.00 wib
-          13.00 – 14.00 wib
-          14.00 – 15.00 wib
-          15.00 – 16.00 wib
-          16.00 – 17.00 wib

Wisata yang saya kunjungi pertama kali pada hari ini adalah Jembatan Pedestrian Jambi dan Menara Gentala Arasy. Menara Gentala Arasy berarti menara yang memancarkan suara (gentala) dari ketinggian. Sehingga selain jamnya dapat dilihat dari kejauhan suaranya juga dapat didengar, menara ini baru saja usai rampung pada akhir tahun 2014 ini, menara ini adalah ikon kota jambi, dan terdapat jembatan sepanjang lebih kurang 500 m yang menghubungkan antara jambi kota dan jambi seberang kota. Pemandangan pada malam hari akan tampak lebih indah dilihat dari jambi kota, tepatnya di area kuliner jambi yang disebut Ancol Jambi. Ada tiga alternatif untuk mencapai menara ini, pertama bagi anda yang mungkin ingin sekalian berkeliling mengitari kota jambi, anda bisa melalui jalur darat menggunakan kendaraan anda dari kota jambi menuju jambi sebrang melalui buluran (nama dearah) dan melintasi jembatan Aur duri I, bisa juga langsung menyeberangi melalui Jmebatan Pedestriannya, namun anda harus berjalan agak jauh sedikit, atau bagi anda yang ingin mencoba suasana berbeda dan unik, bisa melalui jalur air, menggunakan perahu kecil yang disebut “ketek” tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk menaiki perahu ini, cukup mengeluarkan kocek lebih kurang RP. 5.000,- maka anda akan diantar menuju menara gentala arasy ini.







Hari ini saya lebih memilih berjalan menggunakan jembatan pedestrian dan pulangnya menggunakan wisata ketek (perahu kecil), selain dapat menikmati suasana sungai Batanghari saya juga tidak perlu berjalan kembali menuju Ancol Jambi. Terdengar unik ya bloggers kalau disebut Ancol? hehe sebenarnya nama ini merupakan julukan yang diberikan oleh muda-mudi jambi dulunya dikarenakan belum adanya tempat hiburan di kota jambi saat itu, Jadi jangan disamakan seperti ancol di Jakarta ya guys.

Nah di ancol ini adalah pusatnya jajanan rakyat jambi, disini anda dapat menemukan beragam makanan yang bisa anda cicipi, mulai dari tekwan, jagung bakar, pempek, dan lain-lain. Tempat ini biasanya dijadikan area nongkrong anak muda jambi saat libur atau sekedar ingin menikmati santapan malam melihat bentangan sungai terpanjang di sumatera yang terhampar di depannya, apalagi kalo bukan sungai Batanghari. Nah guys, disaat malam mingguan biasanya area ini padat sekali dengan pengunjung, Dan biasanya pusat acara pergantian tahun diadakan disini. Untuk mencapai tempat wisata ini gampang kok, di kota jambi ada angkutan umum “angkot” yang bisa anda tumpangi, cukup dengan merogoh kocek RP.4.000 dan silahkan cari angkot berwarna biru dengan tujuan pasar/terminal rawasari. Anda bisa turun tepat di komplek area mall WTC Batanghari dan sedikit berjalan kaki menuju Ancol Jambi ini.





Setelah puas berada di Ancol, saya pun melanjutkan wisata saya ke Mesjid Agung Al-Falah Jambi.  Masjid ini merupakan masjid terbesar di Jambi. Masjid ini juga dikenal sebagai Masjid 1000 Tiang, meskipun jumlah tiangnya hanya 256 buah. Masjid ini dibangun pada tahun 1971 dan selesai pada tahun 1980. Bangunan masjid ini memang hanya seperti sebuah pendopo terbuka dengan banyak tiang penyangga dan satu kubah besar di atasnya. Bentuk bangunan dengan konsep keterbukaan tanpa sekat seperti ini menghasilkan konsep ramah.



Masjid agung Al-Falah kota Jambi dibangun lengkap dengan kubah besar dan menara yang menjulang. Keseluruhan bangunan masjid menggunakan material beton bertulang. Bila dipandang sepintas lalu, jejeran tiang tiang masjid berwarna putih yang ramping di masjid ini memiliki kemiripan dengan tiang tiang masjid agung kota Roma, Italia yang dibangun jauh lebih belakangan dibanding dengan masjid Al-Falah di Jambi ini. Untuk menuju ke mesjid ini, sama halnya menggunakan kendaraan umum berupa angkot dengan tujuan yang sama untuk menuju wisata tanggo rajo (ancol jambi).

Saya pun melanjutkan perjalanan saya menuju Gubernuran Jambi.  Area gubernuran ini merupakan sentral berkumpulnya masyarakat jambi disaat hari libur atau weekend. Area gubernuran ini dipenuhi oleh warga Jambi sebagai pusat berkumpul untuk melepas penat seusai olahraga pagi bersama keluarga, bagi pelancong jika ingin menikmati ramainya suasana di gubernuran ini silahkan berkunjung di hari minggu karena akan sangat ramai masyarakat yang dating untuk berolahraga, refreshing, atau sekedar kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga sambil menikmati aneka jajanan yang dijajakan sepanjang area gubernuran ini.



Tidak terlalu lama saya berada di area gubenuran, saya pun melanjutkan wisata saya menuju Taman Anggrek. Objek wisata yang satu ini sangat di rekomendasikan bagi anda yang gemar berkebun, apalagi bagi anda yang sangat mencintai tanaman, khususnya bunga anggrek, pasti anda tahu bahwa mengurus tanaman anggrek bukanlah hal yang mudah, butuh kesabaran ekstra, ketelatenan, serta perawatan yang mahal dan tidak boleh sembarangan, jadi wajar saja jika harganya memang tinggi. Lokasi dari taman anggrek sri soedewi ini terletak di Jl. Jendral Ahmad Yani, Kecamatan Telanaipura, kota Jambi. Untuk menuju ke lokasi taman anggrek sri soedewi ini, anda bisa menggunakan kendaraan pribadi dan juga bisa memanfaatkan kendaraan atau angkutan umum berwarna biru dengan tujuan telanai atau buluran.


Setelah puas saya menikmati keindahan berbagai macam anggrek di taman ini, saya pun melanjutkan perjalanan wisata saya menuju museum perjuangan rakyat Jambi. Bangunan Museum Perjuangan Rakyat Jambi merupakan perpaduan gaya rumah Tradisional Jambi dengan arsitektur modern. Bangunan museum terdiri dari tiga lantai yang menyimpan koleksi berupa replika Pesawat Catalina RI-001, selempang merah, kampilan (senjata tradiional), diorama perjuangan rakyat jambi, alat komunikasi industri, pakaian dan perlengkapan perang, religi, numismatika, alat rumah tangga, foto-foto pejuang dan replika. Total koleksi dari Museum Perjuangan Rakyat Jambi berjumlah 438 buah.

Pendirian Museum Perjuangan Rakyat Jambi diprakarsai oleh Dewan Harian Daerah Angkatan 45 (DHD-45) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jambi yang saat itu dipimpin Drs. H. Abdurrahman Sayoeti. Tujuannya untuk menghimpun dan melestarikan benda-benda beserta kelengkapan yang digunakan para pejuang Jambi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Peletakan Batu pertama pembangunan Museum Perjuangan Rakyat Jambi dilakukan oleh Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia, Letjen Achmad Tharir pada tanggal 6 Juni 1993. Peresmian Museum ini dilakukan oleh Presiden Indonesia H.M Soeharto bersamaan dengan pembukaan MTQ Nasional ke XVIII di Jambi pada tanggal 10 Juli 1997. Sejak Saat itu Museum Perjuangan Rakyat Jambi dibuka untuk umum.







Untuk mencapai lokasi museum ini bisa menggunakan angkot berwarna biru dengan tujuan Terminal rawasari/Telanai. Berlanjut dari area museum saya pun menuju ke area lokasi wisata terakhir hari ini, yaitu Rumah Akar.


Berbeda dengan area wisata lainnya yang menyuguhkan keindahan di kota Jambi. Ini merupakan wisata bernuansa mistis hehe. Sebenarnya lokasi ini belum menjadi area yang sering dikunjungi oleh masyarakat Jambi, sebelum akhirnya lokasi ini masuk dalam tayangan reality show salah satu stasiun TV nasional yang menayangkan program jalan-jalan bernuansa mistis, sehingga akhirnya area ini pun menjadi tempat wisata dadakan yang sering dikunjungi dan menjadi salah satu objek untuk berfoto.

Disarankan datang ke lokasi ini sebelum maghrib, alasannya jelas sih tentunya kan guys, hehe. Sangat tidak disarankan berkunjung ke lokasi ini untuk anda yang fobia akan hal-hal yang berbau mistis. Lokasi nya terletak di thehok, bisa ditempuh menggunakan angkot berwarna merah dengan tujuan Thehok. Belum diketahui lokasi ini masih ada atau tidak nya saat ini, mengingat posisinya yang benar-benar di tengah kota dan dalam waktu dekat akan di bangun gedung-gedung di sekitar area tersebut.

Jenis Pengeluaran
Biaya
Angkot (biru) dari rumah – Jembatan Pedestrian
Rp. 4.000
Naik Ketek Menara - Ancol
Rp. 5.000
Angkot (biru) Jembatan – Masjid Agung
Rp. 4.000
Angkot (biru) Masjid – Kantor Gubernur
Rp. 4.000
Makan nasi goreng
Rp. 10.000
Tiket Masuk Taman Anggrek
Rp. 5.000
Angkot (biru) Kantor gubernur – Pasar (angkot merah) - Thehok
Rp. 8.000
Angkot (merah) Thehok – Pasar (angkot biru) - Rumah
Rp. 8.000
Total
Rp. 48.000

HARI KE 2: Sabtu, 02 Januari 2016
Agenda
-          Jambi Paradise
-          World Of Water
-          Kampoeng Radja
-          Rumah Kito Resort
-          09.00 – 10.00 wib
-          10.00 – 14.00 wib
-          14.00 – 16.00 wib
-          16.00 – 17.30 wib

Pagi ini saya akan melancong ke tempat wisata baru, bagi anda para pelancong yang ingin menuju ke lokasi wisata seperti yang telah saya tuliskan dalam agenda hari ke-2 sangat disarankan tidak menggunakan angkutan umum, gunakanlah sepeda motor atau kendaraan pribadi lainnya karena akses antar lokasi lumayan jauh dan minim transportasi umum. Tujuan pertama saya hari ini adalah Jambi Paradise, sebuah lokasi wisata air baru di Kota Jambi, saat kedatangan saya tempo hari kondisinya masih dalam proses penyelesaian, semoga dalam beberapa bulan ke depan lokasi wisata ini sudah benar-benar rampung.


Setelah puas bermain di Jambi Paradise, saya melanjutkan perjalanan saya menuju World of water Jambi. Waterpark ini terletak di Mendalo, tetapi masih bisa dijangkau dari kota jambi, jarak tempuh hanya sekitar 10 km dari kota jambi, Waterpark ini baru aktif digunakan sebagai area wisata hiburan masyarakat Jambi sejak tahun 2014. Waterpark ini dicanangkan akan menjadi wahana air terbesar di Sumatera, meskipun saat ini pengerjaannya masih dalam proses pelebaran area dan penambahan wahana.

Untuk mencapai lokasi wisata ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum berupa angkutan kota (angkot). Tergantung dimana posisi anda saat ini berada. Jika anda berada di seputaran kecamatan Telanaipura anda bisa memilih angkot berwarna biru dengan tujuan sipin atau simpang bangunan bawah, kemudian dilanjutkan dengan angkot berwarna kuning dengan tujuan simpang rimbo, setelah itu anda bisa menyambung angkot terakhir dengan tujuan Mendalo, dan turun dengan tujuan di Citraraya City. Sangat tidak disarankan menggunakan angkutan umum, dikarenakan anda mesti berganti-ganti angkot dan sesampai di tujuan anda juga diharuskan masuk kedalam areal wisata sejauh kurang lebih 2KM untuk mencapai wahana air ini. Alternatif lain bagi anda pelancong lebih disarankan bersama kerabat atau teman anda, atau jika anda tidak memiliki kenalan, lebih saya sarankan menggunakan ojek saja.





Selesai bermain di lokasi wahana ini saya melanjukan menuju wisata selanjutnya, yaitu Kampoeng radja. Taman Wisata Kampoeng Radja merupakan sebuah taman wisata lengkap yang menempati 8 hektar area di Jalan Lingkar barat 108, Kenali Besar, Jambi. Tempat wisata ini tergolong baru karena dibuka pada tahun 2006 dan langsung menjadi favorit bagi warga Jambi dan sekitarnya. Di Kampoeng Radja terdapat 12 permainan yaitu Gokart, Bugy Car (mobil golf), Kolam Renang Jasmine Water Park, Kereta Api mini, Ban senggol (bumper boat), Flying Pirates, Convoy bus, Sepeda Air, Outbound, Extreme Flying Fox dan Paint ball war game.







Disini  juga tersedia pilihan kuliner yang disediakan di food court . Ada juga tempat makan lain yang bisa dijadikan pilihan antara lain Café Menara, Coffe Corner, Café Jasmine Waterpark. Taman Wisata Kampoeng Radja juga dilengkapi dengan musholla dan toilet yang bersih. Harga tiket masuk Rp. 30.000 per orang dan bisa menikmati semua permainan tanpa harus membayar lagi. Untuk anda backpacker yang ingin menuju wisata ini bisa menggunakan angkot berwarna kuning dengan tujuan simpang rimbo.

Dan tujuan wisata terakhir saya hari ini adalah berenang di Rumah kito resort yang berlokasi di Mayang. Tempat ini menyuguhkan ketenangan dengan nuansa alami seperti di pedesaan. Usai berenang pun saya langsung kembali ke rumah menggunakansepeda motor saya.






Jenis Pengeluaran
Biaya
Bensin
Rp. 20.000
Tiket Jambi Paradise+ Paket makan ikan
Rp. 20.000
Tiket weekend World Of Water
Rp. 50.000
Tiket Kampoeng radja
Rp. 40.000
Tiket berenang Rumah Kito resort
Rp. 50.000
Total
Rp. 180.000

HARI KE 3: Minggu, 03 Januari 2016
Agenda
-          Taman Rimba
-          Hutan Pinus
-          Jembatan Aur Duri II
-          Danau Sipin
-          Rumah Batu
-          Tugu kota Jambi
-          09.00 – 10.30 wib
-          11.00 – 12.00 wib
-          13.00 – 14.00 wib
-          14.30 – 15.30 wib
-          16.00 – 17.00 wib
-          19.00 – 19.30 wib

Pagi ini merupakan hari ketiga saya mengeksplorasi kota Jambi. Tujuan pertama saya pagi ini adalah Taman Rimba. Taman rimba merupakan area wisata kebun binatang di kota Jambi. Ramai dikunjungi  biasanya saat sore hari. Tiket masuk yang dipatok cukup murah hanya RP.5.000 saja anda sudah bisa menikmati pemandangan berbagai hewan langka dalam komplek kebun binatang ini. Untuk mencapai tempat wisata ini  jika anda menggunakan angkot dapat memilih angkot dengan tujuan thehok yang berwarna merah.








Selanjutnya saya menuju Hutan Pinus. Bagi anda yang suka dengan tempat wisata yang menyajikan kesejukan dan segarnya udara, hutan pinus ini sangat cocok dan tepat untuk anda kunjungi, terletak di kenali asam bawah KM 11, merupakan salah satu hutan kota di jambi.





Tak terlalu lama saya singgah di kawasan hutan pinus ini, saya pun belanjut menuju ke jembatan aur duri II. Jembatan ini adalah jembatan kedua yang diresmikan setelah Jembatan Aur Duri I dibangun, sehingga menggantikan posisi jembatan sebelumnya sebagai area kumpul-kumpul sore anak muda Jambi menjadi ke jembatan Aurduri II ini. Jembatan ini menghubungkan Kabupaten Muara Jambi dengan Kota Jambi. Biasanya, di sore hari masyarakat kerap menghabiskan waktu menunggu kemacetan di sekitar jembatan ini. Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan deretan kedai jagung bakar serta makanan ringan yang membuat siapapun yang menghabiskan waktu disini tidak kelaparan. Sayangnya belum ada kendaran umum untuk menuju lokasi tempat ini, anda bisa mungkin mencoba alternatif lain menggunakan ojek.

Setelah puas saya menikmati pemandangan di Jembatan aur duri II saya pun bertolak menuju Danau Sipin.  Danau sipin atau yang disebut oleh masyarakat Jambi dengan nama “solok sipin” (Solok = Danau), semilir angin sejuk yang berhembus mampu menghanyutkan para pengunjung yang datang ke Tempat Objek Wisata Danau Sipin ini dengan suasana sejuk dan nyaman. Danau sipin ini sendiri terletak di pinggiran kota Jambi. Lokasi dari danau sipin ini terletak di Simpang Buluran Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Atau lebih tepatnya di samping Fakultas Kedokteran Unja ( Universitas Negeri Jambi ). Untuk menuju ke lokasi danau sipin ini, anda bisa memilih ingin menggunakan transportasi apa.



Jika anda memiliki kendaraan sendiri anda bisa menggunakan nya, namun, apabila anda anda harus menggunakan kendaraan umum, anda tidak perlu khawatir, karena dikota Jambi ini tersedia angkutan kota yang melayani anda untuk menuju ke lokasi danau sipin ini. Silahkan pilih angkot  tujuan Buluran yang berwarna biru.

Dan tujuan wisata saya di siang hari ini berakhir di Rumah Batu yang terletak di Seberang Kota tepatmya di desa Olak Kemang. Rumah ini merupakan rumah peninggalan seorang penyebar agama Islam pada abad ke-18 bernama Sayyid Idrus Hasan Al-Jufri yang dijuluki pangeran Wiro Kusumo.

Selanjutnya di malam hari saya pun tak mau kehilngan momen berfoto di Tugu Kota Jambi yang berada di Simpang IV Broni. Tugu ini merupakan ikon dai kota Jambi juga setelah Menara Gentala Arasy.

Setelah itu saya melanjutkan ke sebuah museum 3D De Mata yang berada di Mall Jamtos. Museum ini biasanya hany ada dalam waktu 3-4 bulan setiap tahunnya, jadi momennya tentu tidak aka nada dapat di setiap hari selama setahun jika ingin berkunjung ke Museum ini.







Eksplorasi wisata di kota Jambi mala mini saya tutup dengan mengunjungi festival Lampion Suzhou. Festival ini juga merupakan acara tahunan yang di gelar selama 1-2 bulan biasanya mendekati acara imlek hingga ditutup dengan pagelaran festival barongsai saat cap go meh.







Jenis Pengeluaran
Biaya
Bensin
Rp. 20.000
Jagung Bakar+ Es tebu di Jembatan
Rp. 10.000
Tiket Hutan Pinus
Rp. 5.000
Tiket De Mata Museum 3D
Rp 20.000
Tiket Festival  Lampion Suzhou
Rp. 20.000
Total
Rp. 75.000

Demikianlah cerita wisata saya di kota Jambi, semoga menjadi Inspirasi bagi anda jika nanti bekunjung ke Negeri melayu ini. Salam Lestari !!


By: Bhima Wibawa
Line                       : bhimawibawa
Instagram            : bhimawibawa



You Might Also Like

2 komentar

  1. Waduh jambi kampung halaman orang tua, udah lama banget tapi gk kesana, pengenlah ke jambi hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. wih mas asad ini, pulang kampung lah sesekali mas

      Hapus

Like us on Facebook

Flickr Images