Backpackeran Dari Jambi Ke Bangkok Hingga Kuala Lumpur Modal 3 Juta, Bisa Kok !!

20.28.00




Lokasi wisata
-          Bangkok (Thailand)
-          Kuala Lumpur (Malaysia)
Total biaya yang dihabiskan
Rp. 3.377.000,-
Jenis Perjalanan
Solo Backpacker
Lama Perjalanan
24 – 30 Mei 2016
Kepuasan perjalanan
(8.8) dari (10)

Matahari masih begitu panas menyengat tepat diatas kepala, rasanya hari ini begitu malas menggerakkan kaki untuk keluar rumah, jangankan untuk keluar rumah, bahkan untuk turun dari kasur pun begitu malas, dan alhasil saya putuskan untuk leyeh-leyeh saja sambil rebahan dan menonton acara TV yang apalah-apalah dan nyatanya tidak saya temukan satupun tema dengan program menarik yang saya sukai.

Sepintas acara TV pun diselingi dengan iklan sejenak, mulai dari iklan pencerah wajah, minyak-minyakan, bumbu-bumbuan, sabun-sabunan, sambel-sambelan dan sampai ke iklan cabe-cabeanpun membuat pikiran pun semakin moody. Tiba-tiba sepintas bak bayangan sekelebat muncullah iklan yang super ngebut dan saya rasa itu hanya dalam hitungan 3 detik saja, tidak begitu sempat saya perhatikan ternyata iklan tersebut sudah keburu berganti dengan iklan lainnya, yang pasti sempat tertangkap oleh pendengaran saya adalah kalimat “CUKUP BAYAR AIRPORT TAX SAJA !!!!” dengan maskapai penerbangan berwarna merah, entah itu Lion, Air asia, atau lainnya.

Penasaran sekali dengan iklan tersebut saya coba cari melalui internet di gadget saya, dengan sedikit kata kunci dan meminta sedikit wangsit kepada mbah google akhirnya rasa ke-kepoan saya pun terjawab. Yeayyyyy !!!!!ternyatalagi-lagi itu adalah promo dari Air Asia, sebuah maskapai low cost yang selalu menjadi favorit saya agar bisa terbang ke negeri orang tanpa harus berbayar mahal. Dan akhirnya muncullah ide untuk mencari tarif yang ditawarkan kalau bisa ya semurah-murahnya xixixixixxi.

Bingung mau mencari tiket penerbangan murah kemana, Karena kalau opsionalnya pun keluar asia tenggara ya hitungannya juga tidak murah-murah amat sih, dan saya putuskan akhirnya untuk memilih Negara yang lagi Hitz dengan budget yang masih masuk di kantong saya, hehe maklum bisanya cuma backpackeran saja, jadi masih perlu sedikit hitung-hitungan. Dan akhirnya pilihan hati pun berlabuh ke Negerinya Gajah putih alias Thailand.

Mengapa saya memilih Thailand??? Hmm jika anda berpikir saya ingin melihat wanita-wanita cantik di Thailand sana tentu salah besar, karena Ladyboy nya pun bahkan lebih cantik dari wanita asli disana. Lohh, jadi karena pengen liat Ladyboy ya???? Hahahah ya tentu bukan karena ingin liat Ladyboy lah, ya walaupun Ladyboy disana terkenal super cantik, tapi jika itu dijadikan salah satu alasan saya ingin kesana ya bisa jadi hehehe, penasaran juga sih secantik gimana yaa kok bisa ngalahin cewek asli.

Akhirnya laptop pun saya buka, kalkulator, pulpen dan kertas pun saya siapkan, serta sedikit mengandalkan jaringan Wi-Fi tetangga yang berhasil saya tanyakan passwordnya kepada si anak gadis Bapak dosen pemilik  Wi-Fidengan alih-alih sebungkus bakso hangat tempo hari hehehe.
Akhirnya penjelajahan dunia maya pun dimulai, sepanjang waktu saya habiskan di depan laptop seharian untuk berburu tiket dengan harga semurah mungkin, dan akhirnya tiket murah pun saya temukan di tanggal 25 Mei 2016, saya putuskan untuk segera booking tiket tersebut sebelum seat nya kehabisan, masalah berangkatnya bisa terealisasi atau tidak saya pikirkan nanti saja, karena saat itu waktu bookingnya  udah hampir deadline mendekati batas hari pembelian, toh tiketnya masih lama kok, akan saya gunakan nanti pada penerbangan tahun 2016 nanti. Di hari itu tepat di penghujung bulan desember 2015 tiket PP pun saya issued. Total budget yang saya keluarkan saat itu adalah:



Tiket pesawat Palembang-Malaysia
Rp. 155.000,-
Tiket pesawat Malaysia-Bangkok
Rp. 166.000,-
Tiket pesawat Bangkok-Malaysia
Rp. 525.000,-
Tiket pesawat Malaysia-Palembang
Rp. 180.000,-
Travel Jambi-Palembang (PP)
Rp. 310.000
TOTAL
Rp. 1.336.000,-

Kenapa saya memesan tiket yang begitu banyak hanya untuk ke Bangkok saja? Alasannya karena penerbangan internasional terdekat dari kota saya yang tersedia adalah di kota Palembang (sumatera selatan) sementara bandara di kota saya sendiri (Jambi) belum menyediakan fasilitas penerbangan ke mancanegara, dan penerbangan mancanegara dari palembang pun baru tersedia ke Malaysia, sehingga harus connecting flight lagi jika ingin ke Bangkok, ya tidak apalah sekalian ngebolang ke Malaysia pikir saya waktu itu, namun apesnya sih pas booked tiket kepulangan dari Bangkok-Malaysia karena mepet di tanggal penghabisan, seat promo nya sepertinya tidak tersedia lagi, dan terpaksa membeli tiket harga regular, walau tidak mahal-mahal amat, ketimbang jika saya booking lewat situs lainnya sekitar 800an, tapi ya tetap saja sih tidak puas jika belum berhasil mendapatkan tiket dengan harga promo yang sama seperti lainnya hanya 100an. Ya sudahlah apa boleh buat, semua tiket sudah di issued, berarti harus mulai membuat itinerary traveling ke kota Bangkok dengan budget seminim mungkin tapimendapatkan kunjungan wisata sebanyak-banyaknya.
Akhirnya tiba waktu mendekati hari H nya, seminggu sebelum keberangkatan saya mulai mematangkan apapun yang mesti saya persiapkan sebelum terbang ke negeri gajah putih tersebut. Hunting penginapan pun di mulai, dengan budget seiirit mungkin dan fasilitas yang diharapkan senyaman mungkin nantinya disana, dan berikut penginapan yang telah saya issued dan persiapan lainnya yang perlu saya siapkan di Bangkok nantinya:

Penginapan di Bangkok:
EtzzZ Hostel
Rp. 79.000/bed/night
x 4 malam
Untuk kamar dormitory isi 4 bed
Rp. 316.000,-
Penginapan di Kuala Lumpur:
NU Hotel @KL Sentral
Rp. 225.000/night
X 1 malam
Rp. 225.000
Uang Baht
2.632 THB x Rp.380
Rp. 1.000.000,-
Uang Ringgit
150 MYR x Rp.3.300
Rp. 500.000,-
TOTAL
Rp 2.041.000,-

Dan total keseluruhan uang saya persiapkan keseluruhan  adalahRp. 3.377.000,- untuk persiapan tiket dan hotel sebesar RP. 1.877.000,- dan dalam bentuk uang tunai yang saya bawa adalah Rp. 1.500.000,- dengan rincian uang yang telah ditukar dalan bentuk baht sebesar 2.632 THB dan Ringgit sebesar 150 MYR.
Akhirnya tiba hari keberangkatan menuju Negara Thailand, liburan yang saya rencanakan adalah terhitung dari tanggal 24 s.d 30 Mei 2016, dengan itinerary sbb:
Hari/tanggal
Itinerary
Waktu
Selasa, 24 Mei
-          Berangkat malam dari Jambi ke Palembang
-          22.00 – 05.00 wib
Rabu, 25 Mei
-          Flight ke KL
-          Flight Ke Bangkok
-          Wisata malam di China Town (yaowarat Rd)
-          08.00 – 10.00 wita (1 Jam)
-          16.00 – 17.00 wib (2 jam)
-          19.00 – 22.00 wib
Kamis. 26 Mei
-          Grand Palace
-          Wat Phra Kreaw
-          Wat Pho
-          Wat Arun
-          Pratunam Market
-          Khaosan Road
-          09.00 – 11.30 wib
-          11.30 – 12.00 wib
-          12.30 – 14.00 wib
-          14.30 – 15.30 wib
-          16.30 – 18.30 wib
-          19.00 – 22.00 wib
Jumat, 27 Mei
-          Vimanmek Museum
-          Abhisek Dusit Throne Hall
-          Ananta Samakhom Throne Hall
-          Museum Coin royal
-          Central world mall
-          Ratchadamri Night Market
-          09.00 – 11.00 wib
-          11.30 – 12.30 wib
-          13.30 – 14.00 wib
-          14.30 – 15.00 wib
-          19.00 – 20.00 wib
-          20.00 – 23.00 wib
Sabtu, 28 Mei
-          MBK (Mah Boon Krong) mall
-          Cathuchak weekend market
-          Asiatique the riverfront
-          Patpong market
-          09.00 – 11.00 wib
-          11.00 – 16.00 wib
-          19.00 – 22.30 wib
-          23.00 – 24.00 wib
Minggu, 29 Mei
-          Flight ke Kuala Lumpur
-          Batu cave
-          Galeri KL
-          Petalling street/china town
-          Suria Mall & Petronas twin tower
-          08.00 – 11.00 wita (2jam)
-          12.00 – 13.00 wita
-          13.30 – 14.30 wita
-          15.30 – 18.00 wita
-          19.00 – 23.00 wita
Senin, 30 Mei
-          Flight ke Palembang
-          Travel ke Jambi
-          07.30 – 07.30 wib (1 jam)
-          09.00 – 16.00 wib

HARI KE 1: Selasa, 24 Mei 2016


Tidak ada agenda jalan-jalan pada hari pertama ini. Pada selasa malam ini saya berangkat menggunakan mobil travel dari Jambi menuju Kota Palembang ke bandara tujuan Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II Int’l Airport), perjalanan dimulai pukul 22.00 WIB, beruntung perjalanan tidak terlalu cepat sehingga saya tiba tepat pukul 05.00 WIB subuh, dan tidak terlalu lama menunggu di Bandara.


Jenis Pengeluaran
Biaya
Tranportasi travel Jambi-Palembang
Rp. 155.000,-

HARI KE 2: Selasa, 25 Mei 2016
Agenda
-          Flight ke KL
-          Flight Ke Bangkok
-          Wisata malam di China Town (yaowarat Rd)
-          08.00 – 10.00 wita (1 Jam)
-          16.00 – 17.00 wib (2 jam)
-          19.00 – 22.00 wib

Hari ke-2 merupakan jadwal penerbangan saya ke Bangkok, ada 2 penerbangan yang harus saya lalui sebelum mencapai ibukota Negara Thailand ini, pesawat yang saya gunakan adalah Air Asia dengan tujuan Palembang (SMB II) – Kuala Lumpur (KLIA 2) boarding pada pukul 08.00 WIB dan tiba di KLIA 2 pada pukul 10.00 WITA, dan saya masih harus menunggu penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur (KLIA 2) – Bangkok Don Mueang (DMK). Tidak ada satupun Airport Tax lagi yang harus kita bayarkan, Karena seluruh tiket sudah termasuk AT di dalamnya termasuk penerbangan internasional sekalipun. Menanti jadwal penerbangan yang masih lama, saya telah mempersiapkan Nasi beserta lauk rendang yang saya bawa dari rumah untuk mengenyangkan perut selama di bandara, karena di sini saya benar-benar menahan uang saya untuk keluar, maklum di bandara semua serba mahal, bahkan untuk minum pun saya sudah persiapkan botol minum kosong yang bisa saya isi di tempat pengisian air minum di sekitar area di dalam gate. Dan usaha yang penuh keyakinan sampai akhirnya tiba di bandara Don Mueang- Bangkok saya benar-benar total belum mengeluarkan uang sepeserpun.



Dan akhirnya kaki saya pun menginjakkan tanah negeri gajah putih ini, wah senang sekali rasanya setelah sekian lama waktu tempuh yang saya lalui untuk tiba di kota ini. Dan saatnya saya berpikir bagaimana carasaya untuk mencapai Hostel tempat saya istirahat malam ini. Berdasarkan referensi yang telah saya baca di Internet, ada berbagai opsional transportasi yang bisa dipih untuk mencapi lokasi yang saya tuju. Saya sarankan bagi anda yang ingin bertandang juga ke negeri Thailand, siapkan segala alamat dan tempat yang anda tuju dalam catatan, atau siapkan notes serta pulpen, karena warga Thailand tidak semua yang paham bahasa inggris, ya sama halnya seperti orang-orang Negara kita yang mengerti kata-kata bahasa inggris dengan kalimat seadanya. Sebagai tempat bertanya mereka ramah sekali kepada wisatawan, ya kendala bahasa tetap jadi hal pelik dalam perjalanan saya, intinya jika kita menemukan warga lokal saat ia tidak bisa berbahasa inggris cukup tunjukkan tulisan yang ingin anda tuju, dan mereka akan menunjukkan lokasi atau transportasi apa yang harus anda gunakan.

Sebagai info Transportasi di Bangkok sangat banyak sekali pilihannya, awalnya saya sempat bingung dengan transportasi disini. Sebagai contoh MRT yang biasa kita gunakan di Singapore ataupun Malaysia mereka menyebutnya dengan nama “Subway” sehingga saya sempat kebingungan Subway itu untuk MRT atau LRT nya, kemudian ada BUS yang begitu banyak nomornya dari angka 01 sampai dengan 500an angka nomor bus, luar biasa sekali bukan?
Gambar: Peta jalur MRT/Subway






Gambar: Peta jalur Bus Bangkok

Ada pula taksi, disini dapat kita bedakan dengan jelas mana taksi biasa dan taksi yang menggunakan argo. Taksi yang menggunakan argo akan mencantumkan nama “Taxi Meter” di mobil nya, sementara yang tidak berargo tidak, nah jika anda nanti juga menemukan sejenis kendaraan seperti Bemo, namun terdapat bacaan “Taxi” di depannya perlu dipahami ini bukanlah Taxi hehehehe. Transportasi ini bagi warga local dinamakan Tuk-tuk, tapi sekedar berbagi pengalaman saja buat anda yang nanti juga ingin melancong ke Bangkok bahwa Tuk-tuk tidak saya rekomendasikan di tumpangi saat anda ingin bepergian. Awalnnya saya juga sedikit kurang yakin dengan informasi dari internet yang mengatakan hal yang sama, ternyata setelah saya sendiri pun mengalaminya ada benarnya jika anda sebaiknya memilih alternatif transportasi lain saja,  jangan gunakan Tuk-tuk. Karena Tuk-tuk sangat dikenal sebagai transportasi paling sering mengelabui penumpang khususnya wisatawan asing yang tidak mengenal bahasa lokal, baik itu dalam hal ongkos transportasi, ulah supirmtuk-tuk yang membawa penumpang keliling-keliling dari lokasi yang seharusnya dekat, hingga membawa kita ke tempat pembelian barang dengan mengatakan tempat wisata yang kita tuju belum buka atau bahkan tutup sehingga ia mendapatkan komisi dari wisatawan yang dating membeli barang di tempat yang ia antar. Anda akan diberi harga yang bahkan lebih tinggi dari harga taksi jika tidak pandai bernegosiasi masalah tarif, bahkan saya hampir jadi bahan pengelabuan si tuk-tuk di hari ke-3 wisata saya yang akan saya ceritakan nanti.
Waktu telah menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat, waktu disini sama dengan waktu Indonesia bagian barat (WIB) sehingga anda tidak perlu merubah waktu pada jam tangan, setelah selesai mengurus keimigrasian, saya beranjak menuju keluar bandara untuk mencari angkutan ke Hostel tempat saya menginap,


Nama Hostel      : EtzzZ Hostel
Alamat                  : 5/3 Ngadumplee (Nga Dumphli alley) Rama IV Road, Thung Maha Mek, Sathon, Bangkok, Thailand 10200
Rate saya             : 9 from 10
Ada 3 pilihan transportasi menuju Hostel ini:
-          Bus Route 4 Airport – Silom ( tariff: 50 THB)
-          Taxi meter sekitar 400-500 THB. Untuk perjalanan dari bandara ke pusat kota dikenakan biaya tambahan sebesar 50 THB dan biaya masuk Tol dibebankan kepada penumpang sebesar 30-50 THB ( total tariff: sekitar 500-600 THB)
-          Naik Bust Airport A1 – BTS Mochit (30 THB) di lanjutkan menggunakan MRT/subway dari Cathuchak ke tujuan Lumphini (45 THB) (total tariff: 75 THB)

Berhubung opsional 1 tidak saya temukan, akhirnya saya memilih opsional 3 saja ketimbang saya harus mengeluarkan uang lebih banyak lagi jika menggunakan taksi. Sebagai alasan mengapa saya tidak memilih daerah Khaosan Road sebagai tempat saya menginap padahal disana tempat berkumpulnya backpacker dunia adalah karena minimnya trasnportasi ontime disana, lain halnya di lokasi Hostel yang saya ambil tersedia MRT serta trasnportasi lainnya dengan lengkap, sementara di Khaosan road hanya tersedia Bus yang belum tau berapa lama harus kita tunggu untuk menuju lokasi yang ingin kita tuju.

Sesampai di hostel dan checkin, saya meletakkan barang di kamar, dan segera mandi. Tidak ingin membuang-buang waktu saya berlama-lama di hostel, saya segera turun ke lantai dasar. Tujuan saya malamini adalah menuju ke kawasan China Town (yaowarat Road) yang dikenal sebagai pusat kuliner malam dan tempat asik untuk berfoto di malam hari. Receptionist hostel sangat ramah sekali, selain itu mereka juga pintar berbahasa inggris, dengan senang hati mereka menunjukkan kepada saya daerah yang mesti saya lewati serta jenis transportasi apa yang lebih disarankan baik dari sisi harga maupun efisiensi waktu berhubung waktu sudah masuk malam hari. Akhirnya atas saran mereka saya memilih naik taksi saja. Taksi yang saya gunakan adalah taxi meter, beruntungnya saya malam itu berhubung jarak kesana juga lumayan jauh, tidak mungkin rasanya argo tidak dibebankan harga tinggi, saya pun mencoba menawar kepada supir. Awalnya ia meminta 250 THB untuk biaya mengantarkan saya ke kawasan China town, saya sedikit keberatan, dengan alih-alih tampang yang masih lugu dan masih cocok untuk dipanggil mahasisiwa, saya pun meminta menurunkan tariff ke 70 THB. Hahah konyol sekali kan tawaran saya? Sedikit lama berdebat masalah harga akhirnya kami berdamai di harga 100 THB, kebetulan sekali ada rekan sesama penghuni hostel yang ingin menuju ke tempat yang sama, alhasil saya hanya mengeluarkan 50 THB saja dibagi berdua hehehe How lucky I am , , ,

Sesampai di china town mata saya cukup terbelalak, wahhh indah sekali kawasan ini di malam hari, ternyata ekspektasi saya tidak begitu jauh berbeda dari realita yang saya temukan, kawasan ini penuh dengan jajanan malam, dan lampu bertuliskan khas huruf china dimana-mana. Sesaat seperti bukan sedang berasa di Bangkok, begitu banyak makanan yang mereka tawarkan di sepanjang jalan, dan mirisnya susah sekali menemukan makanan halal, sepanjang perjalanan banyak makanan yang menggugah selera, sayangnya selalu dikombinasikan dengan Pork (babi), ya sudahlah udah jauh-jauh ke Bangkok kebetulan saya melihat ada maklanan yang saya incar sejak dulu jika kesini yaitu “mango sticky rice” saya pesan 1 porsi jumbo seharaga 100 THB, dan benar-benar mengenyangkan, dan originalitas rasanya memang berbeda di tempat aslinya ketimbang yang pernah saya makan di jambi.
Gambar: China town (Yaowarat Rd)

Gambar: Penjual Mango sticky rice di china town


Puas saya bermain di kawasan China town saya putuskan untuk pulang saja ke Hostel, selain karena telahlelah seharian di perjalanan, badan ini juga butuh istirahat untuk perjalanan besok pagi. Kembali saya pulang menggunakan Taxi meter, kali ini setelah nego harga kembali, saya harus membayar 100 THB sendirian wkwkwk, mana sih temen saya yang tadi, harusnya kan bisa bagi dua lagi.
Jenis Pengeluaran
Biaya
Dalam Rupiah
Airport Bus A1 ke Mochit
30 THB
Rp. 11.400
MRT dari cathuchak ke Lumphini
45 THB
Rp. 17.100
Taxi dari Hostel ke China town
50 THB
Rp. 19.000
Taxi dari China Town ke Hostel
100 THB
Rp. 38.000
Mango Sticky Rice Jumbo
100 THB
Rp. 38.000
Total
325 THB
Rp. 123.500

HARI KE 3: Kamis, 26 Mei 2016
Agenda
-          Grand Palace
-          Wat Phra Kreaw
-          Wat Pho
-          Wat Arun
-          Pratunam Market
-          Khaosan Road
-          09.00 – 11.30 wib
-          11.30 – 12.00 wib
-          12.30 – 14.00 wib
-          14.30 – 15.30 wib
-          16.30 – 18.30 wib
-          19.00 – 22.00 wib
Matahari sudah terbit kembali, masih pukul 06.00 wib matahari sudah kelihatan begitu terang disini. Hari itu saya akan mengunjungi tempat wisata paling popular di Bangkok, yaitu sederet kunjungan istana & kuil dan bangunan khas Thailand. Karena menghindari makanan yang mengandung pork saya putuskan membeli sarapan pagi di 7eleven saja, yang saya beli saat itu adalah Fried rice with tuna seharga 39 THB.

setelah itu saya lanjut mencari transportasi terdekat untuk mencapai kawasan pertama yang ingin dikunjungi, yaitu Grand Palace, sebuah istana megah milik kerajaan Thailand. Bingung ingin menggunakan kendaraan apa karena mesti berganti jenis transportasi hingga 2-3 kali akhirnya saya memutuskan naik tuk-tuk saja dengan tawaran iming-iming harga murah darinya saat itu. Saya sudah membaca peringatan dari para traveler sebelumnya yang sudah pernah datang ke Bangkok bahwa naik tuk-tuk sangat tidak di rekomendasikan, tetapi pikiran saya terbantahkan saat itu ketika ia menawarkan kunjungan ke lokasi yang ingin saya tuju hanya dengan 43THB, wah murah juga pikir saya, akhirnya saya beranjak menaiki tuk-tuk, serasa naik bemo sih, tapi lebih lebar dan lebih terbuka saja. Akhirnya si supir tuk-tuk menurunkan saya ke sebuah dermaga, awalnya saya pikir ia mengantarkan saya ke dermaga Tha Tien, yaitu sebuah dermaga penyeberangan menuju Wat Arun (kuil fajar) dalam hati saya terpaksa saya merubah rute dari seharusnya saya menuju ke Grand palace terlebih dahulu. Sempat saya mendokumentasikan foto ekspresi bahagia saya saat bisa pertama kali menaiki tuk-tuk sebelum akhirnya saya tahu ternyata saya dipermainkan si tukang tuk-tuk ini.


Tak disangka ternyata saya turun di sebuah dermaga yang sangat jauh dari lokasi awal yang saya inginkan, dan pihak dermaga menawarkan saya jika ingin menikmati 3 tempat sekaligus (wat arun, wat phra keaw, dan wat pho) saya harus membayar 1700 THB untuk semuanya. Uwawwwww, saya benar-benar shock, berarti saya harus membayar uang yang nilainya setara dengan Rp. 646.000,- dan harga ini bahakan melewati nilai harga tiket saya dari Indonesia ke Bangkok itu sendiri. Dengan tegas saya jawab NO! thank you, I’m not interested. Saya keluar dari dermaga dan masih saya lihat supir tuk-tuk itu menunggu di pelataran, hmm rasa kesal pun mulai muncul antara kesal melihat ia (supir tuk-tuk) berusaha membodohi saya berharap mendapatkan komisi jika sang pemilik jasa tour mendapatkan penumpang yang mau pergi bersama  pemilik tour dan rasa kesal mengapa saya bodoh sekali sih, sudah tahu sebagian besar tukang tuk-tuk itu suka mengelabui wisatawan, tetapi tetap saja saya menaikinya.

Akhirnya si tukang tuk-tuk saya datangi, dan saya katakan kepadanya “I’m cancel” berhubung dia tidak mengerti bahasa inggris, saya coba bicara dengan bahasa yang bisa sama-sama dipahami. Saya katakan kepadanya sembari menggerakkan jari saya “I will give your money 43THB, if you bring me to Grand palace, and I give 100THB. Yes or NO?” harga segitu yang saya tawarkan benar-benar murah sekali saya tawarkan, bahkan untuk naik kendaraan berganti-gantipun 200 THB pun pasti akan lenyap terpakai, pikirnya dari pada ia tidak dibayar sama sekali dan ia ketahuan sudah berusaha menipu saya, dengan berat hati ia mengiyakan, kasian sih tapi kesalan mana coba sama saya yang mau di tipu dia, ya lebih baik main sedikit keras aja sih pikir saya.

Saya pun diantarkan menuju Grand palace, dan 100THB punsaya bayarkan kepadanya, sesampai di area istana saya masih melihat gerbang GP masih tertutup dan akan di buka setengah jam lagi, saya mencoba duduk-duduk di sekitar pos penjagaan sambil menulis pesanan catatan yang begitu banyaknya yang akhir-akhir ini lagi hitz. Catatan dengan tulisan seperti ini “ Halo bro …. , dapat salam dari Bangkok, kapan kesini??”

Penasaran dengan yang saya tulis, si penjagapun bertanya kepada saya apa yang sedang saya tulis. Lumayan lama kami berbincang, dan saya belum tahu juga mereka itu sejenis polisi atau security di pos penjagaan  tersebut karena seragamnya yang khas. Semakin panjang dan kompleks komunikasi kami, bahkan sampai bermain tebak-tebakan dan mereka mengira bahwa saya orang Myanmar, Philipines, sampai Macau dan tidak sedikitpun mengarah ke tebakan yang benar bahwa saya orang Indonesia, lelah saya menjawab akhirnya saya katakan bahwa saya orang Indonesia, barangkali sedikit surprise buat mereka sampai mengajak foto bareng, mereka mengatakan mereka suka dengan sinetron dan artis Indonesia. Waoooow kali ini justru surprise buat saya, saya saja tidak suka sama sekali dengan sinetron kita yang ceritanya apalah-apalah. Ya sudahlah yang penting mereka senang dan dapat foto saya wkwkwk sok ngartis di Negara orang, padahal niat nya aja kesini sekalian pengen bisa ketemu Mario maurer disini.


Pintu gerbang pun dibuka, saya pun izin meninggalkan mereka, menuju pintu masuk orang-orang yang sudah menunggu seperti saya berdorong-dorongan memasuki gerbang. Sebelum menuju area istana ransel saya pun di periksa, setelah aman mereka ikatkan pita merah muda di tas ransel saya. Cuaca pun mulai panas, beruntungnya saya sudah membaca panduan melalui internet sebelum memasuki area ini, bahwa setiap sudut dalam kawasan ini merupakan area suci, jadi dilarang keras menggunakan celana pendek ataupun kaos terbuka seperti singlet/tanktop. Beruntung saya sudah menggunakan celana panjang dan sepatu, padahal saya paling anti yang namanya menggunakan celana panjang apalagi sepatu.

Saat memasuki area kompleks istana kita akan memasuki loket pembelian tiket menuju GP, tiket masuk seharga 500THB sudah termasuk tiket terusan yang bisa digunakan jika anda ingin mengunjungi juga istana kayu jati terbesar di asia Vimanmek mansion dan tiket free ke Museum koin Bangkok yang dapat digunakan maksimal 7 hari dari hari kunjungan ke GP.

Saya berjalan terus mengikuti rombongan yang menuju kearah istana. Begitu takjub saat saya melihat keindahan istana tersebut, setiap ukiran bangunan di ukir dengan detil dan hampir seluruh bangunan di cat berwarna emas. Setiap sudut di lokasi ini saya manfaatkan untuk mengambil dokumentasi. Ternyata area ini satu kompleks dengan Wat phra keaw, sayangnya di kuil satu ini dilarang keras mengambil gambar & dokumentasi dalam bentuk apapun.






Puas berkeliling di sekitar area Grand Palace, saya putuskan untuk berpindah lokasi ke tempat selanjutnya. Di area luar istana saya melihat penjual kartu internet lokal, dan saya putuskan memilih salah satu provider yang kata penjualnya akses jaringan internet nya yang paling stabil di kota Bangkok, saya membeli kartu provider DTAC/Happy seharga 199 THB dengan akses kuota sebesar 1,5 GB unlimited dan jaringan yang sudah 4G/LTE. Walau agak mahal tapi wajib saya beli, Karena tidak seluruh area  Bangkokmemiliki WI-Fi sehingga akses saya terhadap peta lokasi (maps) berdasarkan GPS agak terganggu saat kehilangan sinyal Wi-Fi.



Berhasil menggunakan kartu internet lokal di Gadget, saya pun mulai mencari arah lokasi menuju Wat Pho (Kuil Budha Berbaring) ternyata lokasinya tidak begitu jauh, saya berjalan sekitar 15 menit dan sampai di lokasi tujuan tersebut. Disini kita harus membayar lagi sebesar 100 THB.

Usai mengunjungi Wat Pho saya berlanjut menuju dermaga Tha Tien Pier yang bisa mengantarkan saya menyeberang ke Wat Arun (kuil Fajar). Untuk sekali naik kapal nya penumpang harus membayar 3 THB saja. Sesampai di Wat Arun masih ada lagi tiket yang harus dibayar sebesar 50 THB. Karena kondisinya sedang di renovasi saat itu saya memilih untuk tidak masuk ke dalam area, selain cuaca semakin panas sekali, kaki pun sudah lelah dan butuh diistirahatkan sebentar.
Gambar: Boat me]dari Tha Tien menuju Wat Arun

Gambar: Wat Arun

Berlanjut setelah selesai kunjungan saya di area istana dan kuil, saya berlanjut naik bus menuju pratunam market, setelah turun di halte saya singgah terlebih dahulu di Pratunam mall dan makan siang disini. Mencoba untuk menghindari makanan berbahan pork, saya lebih memilih makan di KFC saja. Untuk paket 2 ayam + kentang + pepsi saya harus membayar 119 THB, saya masih bingung waktu itu karena tidak tersedia nasi yang di paketkan sekaligus, akhirnya saya memilih menu additional Rice dan harus menambah lagi pembayaran sebesar 15 THB. Maklum lah lidah orang Indonesia, jika belum bertemu nasi, belum makan namanya.


Setelah benar-benar kenyang rasanya saya berlanjut menuju Pratunam market, disini saya sangat banyak  melihat berbagai macam kaos dan souvenir yang dijual, disini saya tidak begitu banyak belanja, karena memang niatnya akan belanja sepuasnya nanti di hari sabtu di cathuchak market. Disini saya hanya membeli 2 souvenir unik yang di sulam dari daun pandan menjadi berbentuk rusa dan gajah.


Sedikit menjauh dari area souvenir takut keburu khilaf berbelanja akhirnya saya memutuskan untuk menuju kearah tempat penjualan buah, buah yang dijual kebanyak sama seperti di Indonesia, ada duku, rambutan, manggis, jeruk bali, lengkeng dll. Satu buah yang menarik perhatian saya adalah buah lecy. Begitu kaget saya bahwa buah lecy disini hanya dijual 40 THB saja sekilo atau setara dengan 15.000-an saja. Fantastis bukan?? Sedangkan minuman lecy yang disajikan saja biasanya dijual dengan harga 35-40rb di kota saya, sempat terpikir ingin membawa oleh-oleh buah lecy ini ke negeri sendiri, alih-alih buat oleh-oleh malah saya akhirnya mengurungkan niat mengingat kejadian di bandara kemarin ada penumpang yang membawa buah dan akhirnya di karantina dan tidak boleh di bawa pulang, ya sudahlah saya urungkan niat itu, dan saya cukup membeli sekilo lecy untuk saya makan di hostel nanti.




Keasikan lama di area Pratunam, ternyata waktu telah menunjukkan pukul 18.00 wib, saya bersiap pulang kembali ke hostel, dan menunggu bus di Halte yang menuju kearah Lumphini, yang merupakan hostel tempat saya menginap untuk sedikit berisitirahat sejenak dan mandi. Pukul 19.00 wib saya berlanjut menuju ke arah Khaosan Road, surganya para backapacker dunia berkumpul. Saya berangkat menggunakan MRT menuju ke arah Si Lom dan berlanjut menggunakan Bus. Tiba di Khaosan Road mata saya kembali takjub dengan keramaian orang yang luar biasa banyaknya, disini saya hanya menikmati keindahan kawasan ini sambil menikmati makan malam dengan semangkuk Tomyam hangat. Setelah puas berjalan saya putuskan untuk kembali pulang ke Hostel karena badan ini sudah letih sekali seharian berjalan. Saya pun mencari bus kembali menuju ke arah Si Lom dan lanjut menggunakan MRT ke arah Lumphini
Pengeluaran Hari-3
Biaya
Dalam Rupiah
Tuk-tuk Ke Grand Palace
100 THB
Rp. 38.000
Tiket Grand Palace
500 THB
Rp. 190.000
Tiket Wat Pho
100 THB
Rp. 38.000
Tiket Kapal PP Wat Arun
6 THB
Rp 2.280
Bus ke Pratunam
13 THB
Rp. 4.940
KFC+Rice
134 THB
Rp. 50.920
Souvenir kuda & rusa daun pandan
100 THB
Rp. 38.000
Lecy 1 kg
40 THB
Rp. 15.200
Bus Pratunam-Lumphini
9 THB
Rp. 3.820
MRT Lumphini- Silom
25 THB
Rp. 9.500
Bus Silom- Khaosan Road
13 THB
Rp. 4.940
Makan di Khaosan Road
70 THB
Rp. 26.600
Bus Khaosan Road- MRT Silom
13 THB
Rp. 4.940
MRT Silom – Lumphini
25 THB
Rp. 9.500
Total
1148 THB
Rp. 436.240,-

HARI KE 4: Jumat, 27 Mei 2016
Agenda
-          Vimanmek Mansion
-          Abhisek Dusit Throne Hall
-          Ananta Samakhom Throne Hall
-          Museum Coin royal
-          Central world mall
-          Ratchadamri Night Market
-          09.00 – 11.00 wib
-          11.30 – 12.30 wib
-          13.30 – 14.00 wib
-          14.30 – 15.00 wib
-          19.00 – 20.00 wib
-          20.00 – 23.00 wib
Hari ini saya meninggalkan wisata bergenre kuil-kuilan, perjalanan kali ini saya lanjutkan ke arah Dusit. Pukul 08.30 saya mulai berjalan ke luar hostel mencari bus kearah Vimanmek, setelah berjalan sedikit jauh dari hostel saya menmukan halte tempat pemberhentian bus yang menuju kearah Vimanmek mansion, tepat pukul 09.00 wib saya tiba dan langsung masuk ke gate yang telah dibuka sejak setengah jam yang lalu. Sebelum menuju kearah istana, perlengkapan saya kembali di cek oleh petugas, dirasa aman petugas pun mengikatkan pita kuning di ransel saya. Saya pun di berhentikan di bagian pengecekan tiket, petugas bertanya kepada saya apakah kemarin mengunjungi Grand palace kepada saya, saya jawab “iya” dan ia meminta sisa potongan tiket terusan dari GP tersebut untuk bisa memasuki Vimanmek mansion. Saat memasuki area terlihat jelas di setiap sudut terdapat papan larangan untuk membawa berbagai macam benda seperti kamera bahkan air minum sekalipun. Segala macam bawaan harus dititipkan di loker penyimpanan. Berhubung ransel yang saya bawa masuk kedalam ukuran loker besar, maka saya dikenakan biaya sewa loker sebesar 6THB, sementara untuk jenis tas tenteng akan masuk kedalam loker ukuran kecil dengan biaya sewa sebesar 3 THB saja.

Di dalam area istana vimanmek, masih sangat kental terasa kediaman kerajaaanya. Istana ini masih begitu dirawat oleh pemerintah Thailand, benda-benda bersejarah diletakkan masih seperti semula di zaman kerajaan ini terakhir di tinggali para keluarga kerajaan. Berlanjut setelah selesai menyusuri area istana maka kita akan disuruh kembali mengambil barang di loker penyimpanan, nah di luar area istana ini kita sudah diperbolehkan untuk mengambil dokumentasi.

Gambar: Vimanmek mansion

Tiket terusan pun masih tersedia untuk menuju ke museum koin Thailand, sempat saya lewati namun saya tidak masuk karena kurang tertarik, sehingga saya berlanjut langsung berjalan kaki kearah Ananta samakhome throne hall dan berakhir di Abhisek dusit throne hall. Setelah keluar dari area Istana ini, saya keluar dan langsung berhadapan dengan Dusit zoo, kebun binatangnya kota Bangkok. Tidak sempat masuk kedalam, sayapun hanya mengabadikan gambar sambil selfie dengan background pintu masuk ke Dusit zoo.

Gambar:Pintu depan Dusit Zoo

Waktu sudah menujukkan pukul 14.30 wib, saya putuskan untuk kembali ke hostel saja sambil beristirahat dan memikirkan sejenak ingin wisata kemana selanjutnya nanti. Berhubung mata ini telah beberapa hari kurang tidur, lebih baik saya sedikit focus menjaga kesehatan daripada besoknya tidak sanggup untuk berkeliling kembali. Di hostel saya hanya memakan roti yang telah saya bawa dari Indonesia, roti favorit saya si sari roti sandwich rasa coklat dan paroti dengan cream messes, uhhhh rasanya pengen cepat-cepat balik ke Indonesia pengen makan ini-itu sesegera mungkin.

Malamnya saya lanjutkan wisata malam jalan kaki ke central world. Sebenarnya saya paling tidak hobi main ke mall, tapi berhubung sudah sekalian di Bangkok, tidak ada salahnya kan sekalian tahu bagaimana mall negara lain.Setelah merasa sedikit bosan dengan area dalam mall saya putuskan untuk bermain di sekitar pelataran mall yang ternyata banyak sekali di kunjungi wisatawan dan dimanfaatkan untuk tempat berfoto, tentu saya pun tidak mau buang kesempatan ini, kamera pun beraksi jepret sana-sini.

Gambar: Mall Central World


Selanjutnya saya langsung menyeberang menuju Ratchadamri night market nya. Berbagai macam dijual disini dan semuanya unik, mulai dari jus buah asli yang lagsung diperas, mango sticky rice, case, kain Thailand,goreng-gorengan seafood, aksesoris, hingga tattoo. Penasaran dengan tattoo nya saya pun mencoba untuk memasang tattoo kecil temporary untuk 3 hari di lengan saya hehe, sengaja pilih yang cepat hilang karena jika sempat saya balik ke Indonesia nanti masih menempel tattoo di badan saya bisa-bisa kena omelin sama ibu Ratu.



Disini saya juga harus banyak menahan selera, walau hati ini begitu kuat ingin membeli berbagai macam souvenir, tapi harus bisa menjaga selera, karena cathuchak masih menanti untuk esok hari. Akhirnya saya cukup membeli 1 kaos singlet kesukan saya bertuliskan Bangkok yang langsung saya kenakan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkna pukul 23.00 wib, saya putuskan untuk menyudahi petualangan saya malamini, karena tidak akanada habisnya jika diikuti terus. Sebelum ke hostel saya singgah kembali untuk membeli makanan di 7eleven Ikan saos asam manis+ rice seharga 43 THB.
Pengeluaran Hari-4
Biaya
Dalam Rupiah
Bus ke vimanmek
13 THB
Rp. 4.940
Sewa loker di Vimanmek
6 THB
Rp. 2.280
Bus ke Lumphini
13 THB
Rp. 4.940
Beli kaos singlet bangkok
100 THB
Rp. 38.000
Bus dari central world ke Lumphini
9 THB
Rp. 3.420
Ikan saos asam manis+ rice
43 THB
Rp. 16.340
Total
184 THB
Rp. 69.920,-

HARI KE 5: Sabtu, 28 Mei 2016
Agenda
-          MBK (Mah Boon Krong) mall
-          Cathuchak weekend market
-          Asiatique the riverfront
-          Patpong market
-          09.00 – 11.00 wib
-          11.00 – 16.00 wib
-          19.00 – 22.30 wib
-          23.00 – 24.00 wib
Acara pagi saya hari ini adalah mengunjungi Mah Boon Krong mall atau yang lebih dikenal sebagai MBK mall. Mall ini dinobatkan sebagai The most view visited berdasarkan jumlah pengunjung yang datang ke tempat perbelanjaan mall di kota Bangkok. Mall ini pada konsepnya menjual barang yang hampir sama seperti pasar, hanya saja tersusun rapidan di dalam gedung serta di kemas dalam bentuk mall. Tidak begitu lama saya berkunjung kesini karena saya harus segera ke Cathuchak yang hanya buka pada hari weekend saja. Sudah tidak sabar lagi rasanya ingin kesini setelah beberapa hari menahan mata dan selera untuk berbelanja, akhirnya di tempat ini saya bisa terpuaskan berbelanja.


Makan pun disini juga aman karena tersedia makanan halal muslim bernama “Saman muslim” dan akhirnya saya bisa makan puas disini sampai kenyang puolll tidak seperti hari-hari sebelumnya.


Saking lupa diri nya saya berbelanja tak terasa waktu ternyata sudah menunjukkan pukul 16.00 wib. Berhubung uang sudah tipis saya sudahi shopping saya hari ini, bergegas menuju hostel kembali dengan banyak tentengan di tangan untuk segera beristirahat sebelum melanjutkan wisata malam terakhir saya di kota Bangkok ini.

Berlanjut dengan agenda wisata malam hari ini saya pun tak sabar lagi untuk segera menuju ke Asiatique riverfront. Tidak ingin sampai kemalaman di sana dan kehabisan boat saya putuskan untuk naik MRT dari Lumphini saja ke Silom, dilanjutkan naik BTS dari Sala Daeng ke Saphan Taksin. Setelah turun di terminal Saphan Taksin, turun ke bawah dan menuju ke dermaga, disitu ada free shuttle boat yang akan mengantarkan kita menuju ke Asiatique. Berhubung ini gratis, jadi ada begitu banyak wisatawan yang mengantri, sehingga saya pun juga terjebak dalam antrian yang panjang. Perlu diingat bahwa shuttle boat ini hanya tersedia hinnga pukul 22.30 wib, jadi pastikan anda tidak lewat dari jam tersebut saat keasikan bermain di Asiatique riverfront ini.





Seusai menikmati keindahan Asiatique, saya melanjutkan kembali perjalanan menuju Patpong night market di area sekitar Silom. Pastinya kembali menaiki BTS dari Saphan Taksin menuju Sala Daeng, kemudian menyebeang dikit dan sampailah di Patpong market. Sebenarnya barang yang dijual sama saja sih dengan night market lainnya, hanya saja jika saya bandingkan harga disini jauh lebih mahal ketimbang waktu saya mengunjungi Pratunam maupun Ratchadamri. Soal harga memang di cathuchak tidak ada yang bisa menandingi murahnya, dan beruntung sisa uang saya banyak saya habiskan berbelanja di cathuchak tersebut. Disini saya hanya membeli anting magnet seharga 50 THB untuk sepasang nya. Lelah mata ini melihat-lihat, rasa lapar pun muncul, kebetulan ada KFC terdekat di sekitar Patpong market, saya putuskan untuk membeli makanan di sini. Selanjutnya saya pulang ke hostel dan beristirahat total agar tenaga ini kembali fit untuk melanjutkan penerbangan kembali ke Kuala lumpur esok hari.

Pengeluaran Hari-4
Biaya
Dalam Rupiah
Bus ke MBK (2x ganti bus)
26 THB
Rp. 4.940
Bus KeMBK- MRT
9 THB
Rp. 2.280
MRT ke Chatuchak
45 THB
Rp. 4.940
Belanja di Chatuchak
420 THB
Rp 159.600
Makan di saman muslim chatuchak
130 THB
Rp 49.400
MRT Chatuchak- Lumphini
36 THB
Rp. 13.680
MRT Lumphini- MRT Silom
25 THB
Rp. 9.500
BTS Sala daeng ke Saphan Taksin
48 THB
Rp. 18.240
BTS Saphan Taksin – Sala Daeng
48 THB
Rp. 18.240
Anting Magnet black
50 THB
Rp. 19.000
KFC Paket Rice box
85 THB
Rp. 32.300
MRT Silom-Lumphini
25 THB
Rp. 9.500
Total
947 THB
Rp. 359.860,-

HARI KE 6: Minggu, 29 Mei 2016
Agenda
-          Flight ke Kuala Lumpur
-          Batu cave
-          Galeri KL
-          Petalling street/china town
-          Suria Mall & Petronas twin tower
-          08.00 – 11.00 wita (2jam)
-          12.00 – 13.00 wita
-          13.30 – 14.30 wita
-          15.30 – 18.00 wita
-          19.00 – 23.00 wita
Hari ini tidak ada jadwal berkeliling Bangkok lagi, saatnya check out dari hostel dan say goodbye dengan negeri gajah putih ini. Pagi sekali sekitar pukul 6.00 saya sudah checkout dan akan melanjutkan penerbangan saya kembali ke Kuala Lumpur.


Gambar: Etzz Hostel

Dari hostel saya berjalan kaki menuju MRT Lumphini dan menuju ke MRT Chatuchak, di tempat pemberhentian bus Mochit ini saya menunggu kembali bus A1 yang akan berangkat kembali ke Don Mueang. Tidak sempat menunggu, baru keluar dari MRT pun bus A1 lewat, wah sungguh langkah kaki kanan piker saya, langsung dengan sekejap saya naik ke bus tersebut. Perjalanan sekitar 30 menit akhirnya saya sampai di Bandara Don Mueang, selesai pemeriksaan keimigrasian langsung menuju Gate, dan terbang menuju KL.

Gambar: KLIA 2 airport

Setelah mengudara selama 2 jam akhirnya pesawat pun mandarat di bandara KLIA 2 Kuala Lumpur. Dari sini kembali mengurus keimigrasian dan belnjut naik menggunakan skybus seharga 11 MYR dari KLIA2 menuju KL sentral. Dari KL sentral saya langsung check in hotel yang kebetulan sengaja saya pilih tidak jauh dari KL-sentral agar memudahkan transportasi saat pulang nanti. Selesai check in saya lanjutkan dengan makan siang di KL sentral, awalnya saya ingin mekan kembali di medan selera food seperti tempo hari saya pernah ke KL, tapi sayangnya Medan selaera food di lantai 3 telah di kosongkan, dan dibangun kembali food court baru di lantai dasar dan ternyata varian nya tidak sebanyak waktu medan selera food dahulu masih buka. Akhirnya saya putuskan makan di food court sepuasnya, melepas rasa tertahan selamam di Bangkok yang serba sulit menemukan makanan halal.

Berlanjut setelah kenyang saya langsung menuju Batu cave menggunakan KTM Komuter seharga 4 MYR dilanjutkan bermain di galeri KL dan langsung menuju China town untuk berbelanja sisa uang dalam ringgit Malaysia ini.


Gambar: Batu Cave


Lelah berjalan hingga pukul 18.00 saya putuskan kembali ke hotel untuk beristirahat sejenak. Malammnya saya lanjutkan kembali menuju ke Petronas dan bermain di suria mall. Petualangan sehari di KL pun selesai, lanjut istirahat untuk besok kembali pulang ke Palembang.

Gambar:Petrona Twin Tower

Pengeluaran Hari-4
Biaya
Dalam Rupiah
MRT Lumphini- MRT Chatuchak
36 THB
Rp. 13.680
Bus A1 mochit-Don mueang
30 THB
Rp. 11.400
Total
66 THB
Rp. 25.080
Skybus KLIA2-KL sentral
11 MYR
Rp 36.300
Makan siang di KL sentral
30  MYR
Rp 99.000
KTM ke batu cave
4 MYR
Rp. 13.200
KTM ke KL sentral
4 MYR
Rp. 13.200
LRT ke China town
2.2 MYR
Rp. 7.260
Belanja di China town
79.6 MYR
Rp. 262.680
LRT china town-KL sentral
2.2 MYR
Rp. 7.260
MRT Kl sentral- Kuala lumpur
2 MYR
Rp. 6.600
Beli roti di KL sentral
4 MYR
Rp. 13.200
Total
150 MYR
Rp. 458.700,-


HARI KE 7: Senin, 30 Mei 2016
Agenda
-          Flight ke Palembang
-          Travel ke Jambi
-          07.30 – 07.30 wib (1 jam)
-          09.00 – 16.00 wib

Jadwal hari ini hanyalah pulang kembali ke kota Palembang, sekitar pukul 05.30 saya sudah check out dari hotel dan melanjutkan kembali perjalanan menggunkan sky bus dari KL sentral ke KLIA2. Sarapan di pesawat dengan roti yang telah di beli di KL sentral semalam. Tiba di Palembang pukul 07.30 pagi, saya lanjutkan dengan travel ke jambi kembali dan tiba di jambi pukul 16.00 wib.

Hufftttt, lelah berpetualang di negeri orang selama seminggu setibanya di Home sweet home saya langsung terkapar dan istirahat total, menanti esok hari kembali ke kehidupan nyata lagi. Sekian dulu cerita petualangan saya di Bangkok, semoga bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman ke negeri Gajah putih ini lagi ya, jangan pernah takut untuk Backpacker, karena akan banyak pengalaman yang di dapatkan seusai anda berpetualang nanti.

Gambar: Hasil berburu oleh-oleh selama  di Bangkok dan Kuala Lumpur


You Might Also Like

3 komentar

  1. Good job, lengkap & terperinci, murah bingit liburannya Bhim, jangan lupa sisain satu oleh2nya ya ^-^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih eka udah mau baca blog nya hehe. Oleh2nya udah habis wkwkw

      Hapus
  2. Second comment hahhahahha. Detail amat bang, syangnya gak fto ama ladyboy 😂😂😂😂😂

    BalasHapus

Like us on Facebook

Flickr Images